Cara Gampang Interaksi Ibu dan Anak

Cara gampang interaksi ibu dan anak terjadi sejak dikandungan. Sejak dilahirkan, peranan tersebut tanpak dengan nyata sekali, sehingga dapat dikatakan bahwa pada awal proses sosialisası, seorang ibu mempunyai peranan yang besar sekalı (bahkan lebin besar danipada seorang ayah).” Peranan seorang ibu dalam membantu proses sosialisasi tersebut, mengantarkan anak ke dalam SIstem kehidupan sosial yang berstruktur. Anak diperkenalkan dengan kehidupan kelompok yang saling berhubungan dan saling ketergantungan dalam jalinan interaksi sosial.

Hubungan antara ibu dan anak tidak hanya terjadi pasca kelahiran anak, tetapi sudah berlangsung ketika anak sedang dalam kandungan ibu. Hubungan ibu dengan anak bersitat fisiologis dan psikologis.

Secara fisiologis:

makanan yang dimakan oleh ibu yang sedang hamil akan mempenganuhi pertumbuhan fisik anak. Kalau tidak ada kelainan karena faktor lain di luar perkıraan, maka anak akan tumbuh dengan memiliki organ-organ tubuh yang sempurna. Oleh karena itu, dianjurkan kepada ibu hamil agar memakan makanan yang bergzı lagi halal. Atau menurut nasihat para ahli kesehatan dan gizi agar memakan makanan empat sehat lima sempurna.

Secara psikologıs:

antara seorang ibu dan anak terjalin hubungan mosional Ada tali jiwa yang terbuhul utuh dan tidak bisa diceraiberaikan Sentuhan kasih sayang seorang ibu dapat meredakan tangisan anak Kesakitan anak merupakan denta seorang ibu. Senyum seorang anak merupakan kebahagiaan seorang ibu. Kelelahan yang mendera karena setiap harn harus mengurusi anak seolah-olah tidak dirasakan, karena ingin memberıkan layanan yang terbaik buat anak. Makan, minum dan berpakaian dilayani dengan baik ketika anak belum memiliki kemampuan untuk melakukannya sendin Sambil menyusui, seorang ibu tidak permah lupa memandangı sekujur tubuh anaknya dan berusaha berdialog dengan anak Rabaan dan belaian adalah saluran nalun insani seorang ibu kepada anak kesayangannya.

Bagi seorang ibu, satu jiwa dalam perpisahan raga. Jauh di mata dekat di hati. Dalam keterpisahan itu selalu ada kerinduan seorang ibu kepada anaknya dan tak akan pernah terobati sebelum dipertemukan Cinta seorang ibu kepada anaknya adalah cinta sejati dan tak pernah berubah sampai kapan dan di mana pun.

Hubungan darah:

Hubungan darah antara ibu dan anak melahirkan pendidikan yang bersifat kodrati. Karenanya secara naluriah, meskipun mendidik anak merupakan suatu kewajiban. Akan tetapi setiap ibu merasa terpanggil untuk mendidik anaknya dengan cara mereka sendin. Bagı seorang ibu yang terbiasa hidup dalam alam tradisional. Mendidik anaknya berdasarkan pengalaman yang diberikan oleh leluhurnya atau berpedoman pada warisan budaya tradisional setempat. Bagi seorang ibu yang hidup dalam alam modern, juga mendidik anaknya berdasarkan pengalaman atau ilmu pengetahuan yang pernah diterimanya dalam kehidupan modem

Hubungan kultur:

Dan kultur kehidupan keluarga yang kontradiktif di atas melahirkan perilaku pendidikan yang berlainan. Sehingga upaya pendidikan yang diberikan kepada anak dengan pendekatan yang tidak selalu sama. Pada umumnya pendekatan pendidikan yang sering dilakukan dalam suatu keluarga berkisar pada pendekatan individual, pendekatan kelompok, pendekatan edukatif, pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaaan, Pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan fungs1onal, dan pendekatan keagamaan. Sedangkan Pendidikan dasar yang baik yang harus diberikan di dalam keluarga adalah pendidikan dasar agama, pendidikan dasar akhlak, pendhdikan dasar moral, pendidikan dasar sosial, pendidikan Casa susila dan pendidikan dasar etika.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.