Cara Gampang Keputusan Edukatif

Cara gampang keputusan edukatif menjadi tugas dari seorang guru dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peranan penting dalam proses pendidikan untuk meningkatkan kemamampuan pengambilan keputusan.

Fungsi utama seorang guru adalah membuat dan melaksanakan keputusan edukatif. Dalam pembelajaran, ia senantiasa dihadapkan pada pilihan: apakah akan menyelenggarakan pembelajaran dalam suasana kompetisi, suasana individual, ataukah suasana kerja sama antarsiswa kooperatif. Masing-masing suasana pembelajaran itu memiliki konsekuensi berbeda-beda bagi siswa.

Cara gampang keputusan edukatif yang diajarkan oleh guru:

Pertama

Guru bisa memilih pembelajaran bersuasana kompetisi. Di sini, siswa akan dikondisikan untuk bersaing dengan siswa lain. Tujuan pembelajaran hanya dapat dicapai Olen satu, beberapa, atau sedikit siswa yang memiliki Kemampuan lebih unggul daripada siswa lainnya. Dampaknya: dalam diri siswa akan terbentuk sikap negatif antarteman. Dalam diri mereka akan terbangun keyakinan bahwa mereka hanya dapat berhasil manakala siswa yang lain gagal. Maka, sebagian kecil siswa [yang berkemampuan akademis lebih unggul] akan bekerja keras untuk bisa menjadi yang terbaik.

Sebagian besar siswa akan “tenang-tenang saja”, karena tidak percaya bahwa mereka bisa memenangkan persaingan itu. Suasana belajar seperti ini memiliki efek tidak baik terhadap perkembangan kepribadian siswa.

Kedua

Guru bisa memilih melaksanakan pembelajaran bersuasana individualistis. Di sini siswa akan bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan pembelajaran Suasana pembelajaran demikian akan membentuk pandangan negatif. Sebab, mereka akan merasa bahwa pencapaian tujua belajar mereka tidak bersangkut paut dengan aktivitas belaja yang dikerjakan oleh siswa lain. Akibatnya, kehidupan siswa akan terfokus pada kepentingan dan keberhasilan pribadi semata. Mereka pun akan cenderung abai terhadap keberadda masalah, dan kebutuhan pihak lain.

Akhirnya, guru dapat pula memilih melaksanakan pembelajaran bersuasana kooperatif. Di sini, siswa akan dibiasakan untuk belajar hidup rukun dan bekerja sama. Setiap siswa diberi kesempatan sedemikian rupa agar berusaha mencapai hasil belajar yang menguntungkan diri sendiri maupun anggota kelompoknya. Melalui Pembelajaran Kooperatif, siswa dibiasakan untuk belajar memperhatikan kebutuhan dirinya sekaligus memperhatikan keberadaan, masalah, dan kebutuhan pihak lain.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.