Cara Gampang Layanan Retadasi Mental

Cara gampang layanan retadasi mental anak tunagrahita menjadi salah satu dalam memberikan layanan pendidikan anak. Keterbatasan yang dimilikinya harus mampu dikemas untuk pembelajaran atau pendidikannya secara maksimal.

Layanan Pendidikan Bagi Anak Tunagrahita/ Retadasi Mental

Pada dasarnya penyandang tunagrahita memiliki kebutuhan yang sama dengan anak-anak pada umumnya, tetapi karena keterbatasan yang dimilikinya mengakibatkan mereka meng- alami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, anak tunagrahita memerlukan pendidikan berbeda dengan anak normal. Berbeda yang dimaksud di sini bukan mengarah pada diskriminasi, tetapi lebih kepada pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan anak tunagrahita.

baca juga:Cara Gampang Mengajarkan Kesehatan Lingkungan ke Anak

1. Kelas transisi

Kelas transisi merupakan kelas persiapan dan pengenalan pengajaran dengan acuan kurikulum SD dengan modifikasi sesuai kebutuhan anak. Bagi anak yang memerlukan layanan khusus termasuk anak tuna- grahita. Kelas transisi sebaiknya berada di sekolah reguler sehingga penyandang tunagrahita sekali waktu dapat ber- sOSialisasi dengan anak lain.

2. Sekolah khusus

Sekolah khusus yang dimaksud di sini adalah SLB, di mana untuk anak tunagrahita ringan dapat bersekolah di SLB-C, Sedangkan anak tunagrahita sedang dapat bersekolah di SLB-C1. Idealnya jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 10 anak dengan pembimbing/pengajar guru khusus dan teman sekelas yang dianggap kemampuannya sama. Artinya, dalam satu kelas menyandang tunagrahita tingkat sama.

3. Pendidikan terpadu

Mereka yang belajar di sekolah terpadu adalah anak vane tergolong tunagrahita ringan. Layanan pendidikan terpadu diselenggarakan di sekolah reguler. Anak tunagrahita belajar bersama-sama dengan anak reguler di kelas yang sama dengan bimbingan guru reguler. Sementara untuk mata pelajaran tertentu jika anak tunagrahita mengalami kesulitan maka ia akan mendapat bimbingan atau remedial dai Guru Pembimbing Khusus (GPK) dari SLB terdekat.

4. Program sekolah di rumah

Progam sekolah di rumah diperuntukkan bagi anak tuna grahita yang tidak mampu mengkuti pendidikan di sekolah khusus. Ketidakmampuan ini dapat dikarenakan sakit atau rumahnya sangat jauh dari SLB.

5. Pendidikan inklusif

Layanan pendidikan inklusi diselenggarakan pada sekolah reguler. Anak tunagrahita belajar bersama-sama dengan anak regular. Semua anak diberlakukan dan mempunyai hak serta kewajiban yang sama. Pada kelas inklusi, siswa di bimbing dua orang guru, satu guru reguler dan satu lagi guru khusus.

Anak penyandang tunagrahita tidak pantas disebut lagi anak cacat’. Mereka adalah anak-anak spesial yang memerlukan kebutuhan khusus dalam menjalani hidup. Dengan latihan yang sesuai dengan tingkat perkembangan, mereka akan mampu mandiri atau setidaknya dapat membantu.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.