Cara Gampang Maksimalkan Potensi Anak (Part 2)

Cara gampang maksimalkan potensi anak bagian ini merupakan kelanjtuan dari bagian yang pertama.

baca juga : Cara Gampang dan Ampuh Memaksimalkan Potensi Anak  (Part 1)

Menempatkan potensi anak 

Ayah Bunda, anak merupakan karya terbesar Tuhan yang sudah diberi kan kepada kita. Kita sebagai orang tua harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menempatkan potenal anak dengan baik. Dengan demikian, anak bisa mengembangkan seluruh potensinya sesuai dengan kemampuannya. Kerukacaan seorang anuk dalam memaukaimulkan potensinya, juga sangat berpengaruh pada kondisi keluarganya dan Jingkunyannya, Ayah Bunda maka dari Itu, harus bisa menjalin hubunyan yang harmonis, memfanilituat al anak supaya terus berkembang denyan baik dalam menempatkan potenal yang dimiliki, Menempatkan potensi anak juga cidak menutup kemungkinan besar terbuka dari Informasi di luar lingkungan keluarya yang menunjang potensi anak, seperti melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk anak memaksimalkan potensinya. Menempatkan potensi anak sama seperci mendorong anak untuk lebih aktif dan lebih kreatif lagi melakukan banyak kegiatan.

Memberikan anak kesempatan kompetisi

Tahukah Ayah Bunda dalam memaksimalkan potensi anak, sebaiknya kita sebagai orang tua juga harus memberikan anak kesempatan dalam berkompetisi sejak usia dini. Berkompetisi bisa merangsang otak, pikiran, gerakan tubuh untuk mencari cara terbaik dalam bersaing. Anak akan terbiasa mencari ide, peluang, yang bisa dilakukan. Kompetisi sejak usia dini bisa dimulai sejak anak berusia 4 tahun.

Sebenarnya kompetisi sudah menjadi bagian anak-anak sekarang ini. Contohnya ketika anak sedang makan dan Ayah Bunda berkata, “Siapa yang duluan menghabiskan nasi, nanti boleh beli mainan ‘ atau ‘Siapa yang berani nyanyi balonku nanti boleh main odong-odong.” Nah kata-kata tadi bisa dijadikan oleh anak dalam mencapai tujuan dan keinginannya. Anak akan sangat bangga menunjukkan kepintarannya.

Dalam berkompetisi, Ayah Bunda juga harus menjelaskan isilah menang atau kalah, dijelaskan satu persatu, misalnya kalau anak menang berarti anak sudah berhasil mengembangkan seluruh kemampuannya, anak sudah sanggup memberikan yang terbaik. Begitu juga kalau anak kalah atau mengalami kekalahan, berarti anak masih banyak berlatih untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Ketika Ayah Bunda sudah memberikan kesempatan anak untuk berkompetisi ketika anak sudah beranjak dewasa, anak menjadi pemberani dalam bersaing dengan lingkungan di sekitarnya yang lebih luas lagi dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.

Mendukung anak setiap hari

Sepertinya hal ini mudah sekali untuk dilakukan oleh para orang tua dirumah. Tapi pada kenyataan banyak juga anak yang sudah sekolah merasa kurang dukungan dari orang tuanya. Hal ini menyebabkan  anak mencari dukungan dari luar rumahnya, kepada temannya, tetangganya atau orang lain yang anak yakini bisa memberikan banyak dukungan. Yang menjadi masalah serius kerika si anak salah mendapatkan dukungan dari orang lain. Ya bisa saja menjerumuskannya ke dalam hal-hal negatif. Misalnya narkoba, mencuri, dan lain-lain. Untuk itu Ayah Bunda harus mendukung anak setiap hari, kalaupun si anak melakukan kesalahan jangan membuat anak merasa tidak didukung oleh orang tuanya. Mendukung anak setiap hari sama saja kita memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh si anak. |

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.