Teori Fenomenologi Alfred Schutz

Teori Fenomenologi   Alfred Schutz . Kali ini kita belajar dari seorang sosiolog yang lahir di Vienna than 1899.Pemikirannya mengenai fenomenologi merupakan pengembangan secara mendalam dari pemikiran-pemikiran Husserl sebagai pendiri dan tokoh utama dari aliran filsafat fenomenologi.

Bagi Schutz tugas fenomenologi adalah menghubungkan antara pengetahuan ilmiah dengan pengalaman sehari-hari, dan dari kegiatan dimana pengalaman dan pengetahuan itu berasal. Dengan kata lain mendasarkan tindakan sosial pada pengalaman, makna dan kesadaran.

Baca Juga:Mengetahui Teknik Komunikasi Persuasif

 

Pandangan Schutz, manusia adalah makhluk sosial, sehingga kesadaran akan dunia kehidupan sehari-hari adalah sebuah kesadaran sosial. Dunia individu merupakan dunia intersubjektif dengan makna beragam, dan perasaan sebagai bagian dari kelompok. Menusia dituntut untuk saling memahami satu sama lain, dan bertindak dalam kenyataan yang sama. Dengan demikian ada penerimaan timbal balik, pemahaman atas dasar pengalaman bersama, dan tipikasi atas dunia bersama.Melalui tipikasi inilah manusia belajar menyesuaikan diri ke dalam dunia yang lebih luas, dengan juga melihat diri kita sendiri sebagai orang yang memainka peran dalam situasi tipikal (Kuswarno, 2009:18).

Terkait Teori Fenomenologi Alfred Schutz lainnya

Tertulis di dalam The Oxford English Dictionary bahwa yang dimaksud dengan fenomenologi adalah (a) the science of phenomena as distinct from being (ontology), dan (b)division of any science which describes and classifiesits phenomena. Jadi, fenomenologi adalah ilmu mengenai fenomena yang dibedakan dari sesuatu yang sudah menjadi, atau disiplin ilmu yang menjelaskan dan mengklasifikasikan fenomena, atau studi tentang fenomena (Kuswarno, 2009:1).

Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani yaitu phainomal yang berarti “menampak”. Fenomena tidak lain adalah fakta yang disadari dan masuk ke dalam pengindraan manusia. Istilah fenomenologi sendiri tidak dikenal setidaknya sampai menjelang abad ke-20.Dewasa ini fenomenologi dikenal sebagai aliran filsafat sekaligus metode berpikir, yang mempelajari fenomena manusia (human phenomena) tanpa mempertanyakan penyebab dari fenomena itu, realitas objektifnya, dan penampakkannya (Kuswarno, 2009:2).

Baca Juga: Cara Gampang Komunikasi Model Stimulus – Respon

Tujuan utama dari fenomenologi adalah mempelajari bagaimana fenomena dialami dalam kesadaran, pikiran dan dalam tindakan, seperti bagaimana fenomena tersebut bernilai atau diterima secara estetis.Fenomenologi mencoba mencari pemahaman bagaimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting dalam kerangka intersubjektivitas. Intersubjektivitas karna pemahaman kita mengenai dunia dibentuk oleh hubungan kita dengan orang lain. Walaupun makna yang kita ciptakan dapat ditelusuri dalam tindakan, karya dan aktivitas yang kita lakukan, tetap saja ada peran orang lain didalamnya (Kuswarno, 2009:2).

Baca Juga: Cara Gampang Komunikasi yang Harmonis

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *