Cara Gampang Mengasah Empati Sosial

Cara gampang mengasah empati sosial menjadi jurus bagi semua orang. Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.16 Menurut Bennet, empati adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman orang lain. Dengan demikian, bila kita memiliki empati terhadap seseorang, maka secara imajinatif kita berusaha “memasuki” hati dan pikiran orang itu.

Cara Ini dilakukan untuk memahami pengalamannya seakan-akan kita benar-benar orang itu. Mengacu pada pengertian itu, maka enpati sosial pada dasarnya adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman kelompok sosial/budaya lain. Orang dikatakan memiliki empati sosial manakala bersedia secara imajinatif berusaha berpikir dan merasakan dengan sudut pandang kelompok SOsial/budaya lain itu.

Empati sosial memainkan peran penting dalam komunikasi antarbudaya. Empati mampu mengatasi berbagai salah pahal dan salah pengertian. Karena itu, mengembangkan empa sosial merupakan kebutuhan bagi masyarakat multikultur. Cara gampang mengasah empati sosial menurut Bennet sebagi berikut:

Langkah pertama:

mengasumsikan perbedaan merupakan pengakuan bahwa budaya kita berbeda denga budaya pihak lain. Ini merupakan titik tolak untuk berempa Menurut Bennet, membayangkan diri sebagai pihak yang berbeda merupakan hal yang paling sukar. Namun, tahap ini amat penting dan harus dilakukan sebagai tahap awal untuk bisa mengatasi adanya perbedaan.

Langkah kedua:

mengenali diri. Langkah ini merupakan upaya untuk mengenali diri kita secara memadai. Dengan demikian, kita paham benar mengenai identitas diri kita, yaitu nilai-nilai, asumsi, dan keyakinan kultural kita.

Langkah ketiga:

menunda diri. Pada langkah ini, identitas yang dipertegas pada langkah kedua, untuk sementara dikesampingkan. Fokus dari tahap ini adalah kemampuan kita untuk mengubah dan memperluas batas pemahaman terhadaP budaya lain, yang mengatasi cara pandang menurut budaya kita sendiri.

Langkah keempat:

imajinasi terbimbing. Pada tahap ini, kita berusaha secara aktif membimbing imajinasi kita untuk memasuki/ berpartiSipasi dalam pengalaman pihak lain. Tlahap ini seperti orang memainkan tokoh tertentu dalam sebuah drama. Tetapi, tokoh yang kita perankan adalah pihak lain yang nyata, yang kepadanya rasa empati kita arahkan. Sehingga, pengalaman pihak lain itu seakan-akan adalah pengalaman kita.

Langkah kelima:

membiarkan pengalaman empati. Pada tahap ini, kita membiarkan imajinasi kita merasakan dan menghayati pengalaman pihak lain sebagai pengalaman kita.

Langkah keenam:

meneguhkan kembali diri kita. Pada tahap ini, kita kembali menyadari dan meneguhkan identitas diri kita. Peneguhan ini dilakukan dengan menciptakan kembali keterpisahan antara diri kita dengan pihak lain. Empati, bukanlah tindakan untuk menghilangkan identitas diri. Melainkan, sebuah upaya untuk menghayati pengalaman pihak lain menurut perspektif pihak lain itu, sehingga kita bisa memperlakukan pihak lain secara tepat. Manakala dicermati, langkah pertama, kedua, dan keenam di atas merupakan tahap linking, yaitu menghubungkan diri dengan budaya serndiri. Sedangkan langkah tiga, empat, dan lima merupakan tahap delinking, vaitu mengambil jarak dari budaya sendiri untuk masuk ke dalam budaya yang lain, supaya kita bisa mengerti sistem budaya vang 1lain itu dengan benar

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.