Cara Gampang Pembelajaran Anak Tunalaras

Cara gampang pembelajaran anak tunalaras memerlukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Pendekatan pembelajaran anak tunalaras berbeda dengan anak luar biasa lainnya. Perlu diterapkannya berbagai pendekatan teoritis, prinsip pembelajaran khusus, dan fasilitas penunjang pembelajaran yang dapat mengubah faktor-faktor yang melatarbelakangi hambatan emosi dan perilaku (tunalaras).

Smith (2006: 153) menjelaskan berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk cara gampang pembelajaran anak tunalaras sebagai berikut:

a. Pendekatan biogenetik

Pendekatan berusaha untuk menerangkan dan mem- perlakukan anak tunalaras dari sudut pandang bidang kedokteran.Asumsi bahwa gangguan perilaku disebabkan oleh ketidaknormalan neurologis, cedera neurologiIS, dan kecacatan genetik atau biokimia sehingga penyembuhannya ditekankan pada pengobatan diet, olahraga, operasi, atau mengubah lingkungan. Obat-obatan dapat mengurangi gangguan perilaku, seperti adanya perbaikan perhatian, hasil belajar dan nilai tes yang baik.

b. Pendekatan behavioral (tingkah laku)

Pendekatan behavioral difokuskan pada perilaku, daripada mencoba memahanmi penyebab-penyebab perilaku yang ada. Asumsi bahwa gangguan emosi merupakan indikasi ketidakmampuan menyesuaikan diri yang terbentuk, bertahan, dan mungkin berkembang Karena berinteraksi dengan lingkungan, baik di sekolah aupun di rumah. Oleh karena itu, penanganannya tidak hanya ditujukan kepada anak tetapi pada lingkungan tempat anak belajar dan tinggal.

Salah satu teknik yang banyak dilakukan untuk mendorong perilaku prososial dan mengurangi perilaku antisosial ada analisis tugas. Dengan operant conditioning dipenyesuaian perilaku melalui operant conditioning dan kita mengendalikan stimulus yang mengikuti. Sedangkan task analysis dilaksanakan dengan cara menata tujuan dan tugas dengan lengkap, membuat tugas dengan terperinci sehingga anak dapat melakukannya, setelah it barulah anak mengerjakan tugas itu dalam jangka waktu tertentu dan memberikan reward atau pujian bila anak berhasil

c. Pendekatan psikodinamika

Pendekatan psikodinamika menitikberatkan pada kehidupan psikologis anak tunalaras. Berusaha memahami dan memecahkan kesulitan-kesulitan yang difokuskan pada penyebab-penyebab hambatan. Pendekatan ini berpandang- an bahwa perilaku yang menyimpang atau gangguan emosi disebabkan oleh gangguan atau hambatan yang terjadi dalam proses perkembangan kepribadian karena berbagai faktor sehingga kemampuan yang diharapkan sesuai dengan usianya terganggu. Ada juga yang mengatakan adanya konflik batin yang tidak teratasi. Oleh karena itu, untuk me ngatasi gangguan perilaku itu dapat diadakan pengajaran psikoedukasional, yaitu menggabungkan usaha membantu anak dalam mengekspresikan dan mengendalikan perasaannya. Tujuan utama pendekatan psikodinamika adalah mem- bantu anak menjadi sadar akan kebutuhannya, keingınan, dan kekuatannya sendiri.

d. Pendekatan ekologis

Pendekatan ekologis menitikberatkan pada interaksi faktol faktor dan tekanan dalam masyarakat. Kehidupan ini terjadi kerena adanya interaksi terjadi lingkungannya. Oleh karena itu, pendekatan ini bertuiuan untuk memperbaiki problem perilaku dan mengupayakan antara individu dengan lingkungannya. Gangguan perilaku adanya disfungsi antara anak dengan karena interaksi yang baik antara anak tentang lingkungannya, misalnya dengan mengubah persepsi orang dewasa tentang anak atau memodifikasi persepsi anak dengan lingkungannya.

e. Pendekatan terapi

Penggunaan pendekatan terapi sangat bergantung pada jenis dan tingkat masalah perilaku yang dimiliki oleh anak tunalaras. Pendekatan terapi yang sering digunakan untuk layanan pendidikan bagi anak tunalaras, antara lain terapi obat (drug therapy), terapi kelompok (group therapy), terapi tingkah laku (behavior therapy), dan terapi bermain (play therapy)

f. Pendekatan pendidikan

Para pendidik menyatakan bahwa hambatan emosi dan perilaku selalu menyebabkan masalah dalam pembelajaran. Scorang siswa tunalaras banyak yang mendapatkan prestasi yang buruk secara akademis. Anak tunalaras biasanya Tidak mampu berkonsentrasi dan mengatur pembelajaran diri mereka. Penanganan pembelajaran dengan program pengajaran yang tertata rapi, suasana kelas yang balk, dn dengan harapan-harapan vang jelas dapat membantu SiSwa berhasil secara akademis dan juga menjadi pusat e Kemajuan siswa dalam mengatasi masalah ketidakmatangal emosi atau ketidakmampuan perilaku.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.