Cara Gampang Komunikasi Non verbal

Cara gampang komunikasi merupakan salah satu cara untuk melakukan interaksi. Komunıkasi yang berlangsung dalam keluarga tidak hanya dalam bentuk verbal, tetapi juga dalan bentuk nonverbal. Walaupun begitu, komunikasi nonverbal suatu ketika bisa berfungsi sebagai penguat komunikasí verbal. Fungsi komunikası nonverbal itu sangat terasa jika, komunikasi yang dilakukan secara verbal tidak mampu mengungkapkan sesuatu secara jelas. Mark L. Knapp menyebutkan lima macam fungsi pesan nonverbal, cara gampang komunikasi yaitu:

Repetisi

mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya, setelah saya menjelaskan penolakan saya, saya menggelengkan kepala berkali-kali.

Substitusi

menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya, tanpa sepatah kata pun Anda berkata, Anda dapat menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-angguk.

Kontradiksi

menolak pesan verbal atau memberikan makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya, Anda memuji prestasi kawan Anda dengan mencibirkan bibir Anda, “Hebat, kau memang hebat.”

Komplemen

melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka Anda menunjukkan tingkat pendentaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.

Aksentuasi

menegaskan pesan verbal, atau menggarisbawahinya. Misalnya, Anda mengungkapkan betapa jengkelnya Anda dengan memukul mimbar.

Komunikasi nonverbal sering dipakai oleh orang tua dalam menyampaikan suatu pesan kepada anak. Sering tanpa berkata sepatah kata pun, orang tua menggerakkan hati anak untuk melakukan sesuatu. Kebiasaan orang tua dalam mengerjakan sesuatu dan karena anak sering melihatnya, anak pun ikut mengerjakan apa yang pernah dilihat dan didenganya dari orang tuanya. Masalah pendidikan salat misalnya, karena anak sering melihat orang tuanya mengerjakan salat siang dan malam di rumah, anak pun meniru gerakan salat yang pernah dilihatnya dari orang tuanya. Terlepas benar atau salah gerakan salat yang dilakukan oleh anak, yang jelas pesan-pesan nonverbal telah direspons oleh anak.

Sikap dan Perilaku orang tua

Dalam konteks sikap dan perilaku orang tua yang lain, pesan nonverbal juga dapat menerjemahkan gagasan, kenginan, atau maksud yang terkandung dalam hati. Tanpa harus didahului oleh kata-kata sebagai pendukungnya, tepuk tangan, pelukan, usapan tangan, duduk, dan berdiri tegak mampu mengekspresikan gagasan, keinginan atau maksud. Pelukan atau usapan tangan di kepala anak oleh orang tua sebagai pertanda bahwa orang tua memberikan kasih sayang kepada anaknya. Tepukan tangan orang tua boleh jadi sebagai ekspresi kegembiraan orang tua atas keberhasilan belajar anaknya di sekolah. Sebaliknya, perasaan sedih, kecewa, atau marah, sering membuat seseorang tidak mampu mengungkapkan kata-kata dengan benar dan baik. Kegoncangan emosi yang luar biasa membuat seseorang lebih banyak diam daripada berbicara. Sikap dan perilakulah yang lebih banyak bicara. Oleh karena itu, perasaan atau emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan nonverbal ketimbang pesan verbal.

Tidak hanya orang tua, anak juga sering menggunakan pesan nonverbal dalam menyampaikan gagasan, keinginan atau maksud tertentu kepada orang tuanya. Malasnya anak untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh orang tua adalah sebagai ekspresı penolakan anak atas perıntah. Kebiasaan anak mengucapkan salam ketika ke luar masuk rumah merupakan simbol keberhasilan orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak melalui keteladan dan pembiasaan Pendidikan dengan menggunakan metode keteladan dan metode pembiasaan sangat efektif dalam mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Sebab dengan keteladan dan diperkuat dengan pembiasaan akan memperkuat tertanamnya pesan-pesan nonverbal atau pesan-pesan verbal di dalam jiwa anak. Karena seringnya dilakukan, pesan-pesan nonverbal dan pesan-pesan verbal itu menjadi fungsional dalam kehidupan anak. Akhimya, Komuikast nonverbal sangat diperlukan dalam menvampaikan suatu pesan ketika KOmunikasI verbal tidak mampu mewakilinya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.