Cara Gampang Mengenal Karakteristik

Cara gampang mengenal karakteristik anak tunagrahita sama saja memahami anak tunagrahita. Keterbatasan bukan sebagai kekurangan tetapi bagaimana kita harus menyikapinya. Berikut krakteristik anak tunagrahita

a. Kemampuan kognitif

  1. The pace of learning, anak-anak tunagrahita membutuh- kan waktu yang lebih banyak dalam mempelajari mateeri pelajaran yang bisa dipahami dengan cepat oleh anak lain.
  2. Level of learning, anak-anak tunagrahita tidak dapat memahami sejauh pemahaman siswa lain dalam bebe rapa kemampuan dan materi pelajaran. Tetapi mereka mampu menguasai materi pelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak.
  3. Level of comprehension, anak-anak tunagrahita meng- alami kesulitan yang besar dalam mempelajari materi yang abstrak.

b. Kemampuan berbahasa

baca juga:Cara Gampang Pemenuhan Kebutuhan Anak Tunanetra

Kesulitan bahasa sering kali terjadi pada anak-anak tunagrahita. Mereka mengembangkan bahasa sesuai dengan pola-pola orang lain, tetapi jumlah dan tingkat pengembangannya sangat sedikit. Perkembangan bahasa yang lebih lambat dari anak yang lain menimbulkan kesulitan dalam akademisnya.

c. Kemampuan sosial

Anak-anak penyandang tunagrahita mempunyai ketidak- mampuan dalam memahami aturan sosial dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Mereka juga memiliki kesulitan dalam mengurus diri sendiri dalam masyarakat. Oleh karena itu, mereka selalu memerlukan bantuan. Anak tunagrahita cenderung berteman dengan anak yang lebih muda dari usianya, ketergantungan terhadap orang tua sangat besar, dan tidak dapat memikul tanggung jawab sosial dengan bijaksana.

Cara gampang mengenal karakteristik anak dengan gangguan inteligensi di bawah rata-rata atau tunagrahita adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental intelektual di bawah rata-rata sehingga mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

Ciri-ciri anak tunagrahita secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Keterbatasan inteligensi, anak tunagrahita memiliki kesulitan untuk berpikir abstrak dan kreatif, kemampuan belajarnya cenderung tanpa pengertian, dan mereka lebih banyak belajar dengan membeo (rote learning). Mereka cenderung menghindar dari perbuatan berpikir. Anak mengalami kesukaran memusatkan perhatian, dan minatnya sedikit. Mereka juga cenderung cepat lupa, sukar membuat kreasi baru, serta rentang perhatiannya pendek.
  2. Keterbatasan sosial, anak tunagrahita kesulitan untuk dapat berhubungan dengan masyarakat, mereka cenderung berteman dengan anak yang lebih muda, tidak dapat memikul tanggung jawab, dan sering bergantung kepada orang tua. Dalam pergaulan, anak tunagrahita tidak dapat mengurus dapat mengurus diri, memelihara, dan memimpin diri. Kehidupan penghayat- annya terbatas dan mereka tidak mampu menyatakan rasa bangga dan kagum.
  3. Keterbatasan fungsi mental, anak tunagrahita kurang mampu membedakan antara yang baik dan buruk. Mereka mudah disugesti atau dipengaruhi sehingga mereka mudah ter- nerosok ke hal-hal yang tidak baik seperti mencuri, merusak dan pelanggaran seksual.
  4. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar. Bagi anak tunagrahita yang berat dan sangat berat kurang dapat merasakan sakit, bau badan tidak enak, badan- nya tidak segar, tenaganya kurang, dan daya tahan tubuh kurang.
  5. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.