Cara Gampang Menjauh dari Kefakiran

Cara gampang menjauh dari kefakiran merupakan hal yang sangat penting bagi setiap insan. Kefakiran dapat mengundang banyak masalah dalam kehidupan. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan lahirnya kefakiran.

Pertama

lemah dan malas. Penyakit lemah dan malas terkadang menjadi salah satu penyebab kefakiran. Padahal, Allah SWT menciptakan manusia dalam keadan memiliki potensi untuk berusaha dan bekerja di muka bumi, serta diberi kemampuan untuk berjuang mencari rezeki.

Allah berfirman, β€œSesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah,” (QS al-Balad:4).

Kita benar-benar dilahirkan dalam keadaan “miskin”. Bahkan, sekadar pakaian yang melekat pun kita tak punya. Kita dilahirkan dalam kondisi tak punya apa-apa. Kondisi susah payah ini mengharuskan seseorang untuk berusaha, bekerja keras dan berjuang untuk memperoleh rezeki dan keberkahan. Karenanya, Rasulullah saw mengajarkan kepada kita agar berlindung dari sikap malas dan lemah.

baca juga:Cara Gampang Tingkatkan Kualitas Diri: Cegah Narkoba

Beliau bersabda, “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kegelisahan dan kesedihan, dari sifat lemah dan malas, dari sikap pengecut dan kikir, dari belitan hutang dan tekanan orang,” (HR Bukhari).

Kedua

dosa dan maksiat. Kefakiran dan kemelaratan merupakan bagian dari musibah yang kadang disebabkan oleh kemaksiatan. Hal ini tercermin dari firman Allah SWT:

β€œDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu),”(QS asy-Syura: 30).

lebih tegas lagi Rasulullah saw mengingatkan:

“Sesungguhnya seorang hamba terhalang dari rezeki dengan sebab dosa yang dia kerjakan,” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Karena itu selayaknya masing-masing kita melihat seberapa banyak telah melakukan dosa, menyia-nyiakan shalat fardhu dan sunnah, kurang takut kepada Allah SWT. Tidak mau bersilaturahim dengan kerabat, buruk pergaulan dengan sesama Muslim, enggan mengeluarkan infak dan sedekah. Durhaka kepada orang tua, tidak mau menyantuni anak yatim, Kalau kita menyadari, maka sungguh tidak ada seorang pun di antara kita yang lepas dari berbuat dosa, sebagaimana sabda Nabi saw, “Seluruh bani Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat,” (HR Tirmidzi).

Ketiga

merupakan bentuk kasih sayang Allah. Allah SWT Maha Tahu. Boleh jadi jika seorang hamba diberi kekayaan, justru akan menjadikannya celaka di dunia dan di akhirat, atau akan menjadi kan dia sombong dan besar kepala yang berakibat pada turunnya siksa dan bencana. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala menjaga hamba-Nya yang beriman dari dunia ini, padahal Dia mencintainya. Sebagaimana kalian semua berhatihati (menjaga) orang sakit dalam memberi makan dan minum, karena khawatir terhadapnya,” (HR Ahmad).

Keempat

ditetapkan memperoleh kedudukan di sisi Allah SWT. Di antara kemuliaan dan kemurahan Allah SWT adalah Dia memuliakan hamba-Nya sebelum hamba itu melakukan suatu prestasi, dan Dia telah menulis untuk seorang hamba satu kedudukan yang tidak mungkin hamba tersebut mencapainya hanya dengan amal perbuatannya. Sehingga dia memberikan kebaikan dengan cara mengujinya, baik itu dalam harta, anak, atau badannya. Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya jika seorang hamba telah ditulis baginya satu kedudukan yang tidak mampu dia capai dengan amalnya, maka Allah mengujinya di dalam harta atau badan atau anaknya,”(HR Abu Daud).

Jika kita ingin cara gampang menjauh dari arena kemiskinan maka yang pertama kali kita lakukan adalah bertaubat atas dosa-dosa yang kita lakukan. Mulailah hidup bersih di jalan Allah. Mulai sekarang juga tinggalkan kemaksiatan yang menjadi biangkerok tersumbatnya rezeki kita. Karena siapa saja yang bertaqwa kepada Allah, meluangkan waktu untuk senantiasa beribadah kepada-Nya, maka Allah akan menjamin rejekinya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.