Cara Gampang Pengukuran Power Kaki

Cara gampang pengukuran power tungkai merupakan cara untuk mengetahui tingkat daya ledak pada kaki. Power merupakan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan dan merupakan dasar dalam setiap melakukan bentuk aktifitas. Juga sering diartikan daya ledak yang mempunyai makna kemampuan untuk mengeluarkan kekuatan maksimal dalam waktu relatif singkat. Power Daya Ledak adalah kemampuan kerja otot (usaha) dalam satuan waktu (detik). Power merupakan hasil perkalian kekuatan dan kecepatan, sehingga satuan power adalah Kg (berat) * meter/detik. Sedangkan Kg*meter adalah satuan usaha, dengan demikiam power dapat diartikan usaha per detik.

Power (daya ledak) ada 2 bagian

1. Kekuatan daya ledak :

kekuatan ini digunakan untuk mengatasi resistensi yang lebih rendah, tetapi dengan percepatan daya ledak maksimum. Power ini sering digunakan untuk melakıukan satu gerakan atau satu ulangan (lompat jauh, lempar cakram, dll)

2. Kekuatan gerak cepat:

gerakan ini dilakukan terhadap resistensi dengan percepatan dibawah maksimum, jenis ini digunakan untuk melakukan gerakan yang berulang-ulang misalnya lari, mengayuh dll.

Pengukuran power cukup banyak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengukuran langsung misalnya Vertikal Jump, Margaria test, sedangkan pengukuran tak langsung merupakan aplikasi penggunaan power seperti lompat jauh, test lempar, smash dil, dalam praktikum ini kita akan mengukur daya ledak yang termasıuk kekuatan daya ledak dengan vertikal junp.

Alat dan Fasilitas:

  1. Papan meter Jump.
  2. Kapur
  3. Pembersih
  4. Dinding rata

Cara gampang pengukuran power tungkai:

Posisi 1 :

Tungkai menekuk dengan sudut pada lutut kira-kira 110 derajat, berdiri dengan ujung kaki, tegak luus dan tegakkan tangan lurus keatas (bisa salah satu) dimana ujung tangan diberi kapur untuk penanda hasil raihan. Ukur tinggi raihan pada posisi satu ini.

Posisi 2:

Berdiri hungkai, tegak dan tangan lurus keatas, alas dengan ujung kaki (jinjit) ukur hasil raihan. Ukur tinggi raihan sebagai posisi 2.

Posisi 3:

Dari posisi 1 meraihkan tangan pada dinding/papan setelah melompat dengan power penuh, ukur hasil raihan. Tinggi raihan sebagai posisi 3.

Syarat dalam melakukan vertikal jump.

  • Berdiri menyamping dindingg
  • Setelah mengukur posisi 1 (raihan posisi 1), bentuk badan pada posisi 1 ini tidak boleh berubah waktu akan melaksanakan 1loncatan, misalnya dengan adanya gerakan pengayunan tubuh lebih kebawalh (rendah) lagi
  • Tangan tidak boleh ada gerakan (melakukan ayunan/awalan)
  • Ukurlah berat badan (bb) dalam Kg berat

Perhitungan:

Setelah melakukan ke 3 data hasil raihan diukur, hitunglah besarnya hl dan h2 dalam satuan meter. Kemudian masukan ke dalam rumus dan hitung hasilnya g (gravitasi 9.8 meter/detik. Dimana 1 HP 9horse Power) = 76 Kg m/detik.

Untuk mengukur besanya hl adalah raihan posisi 2 dikurangi raihan posisi 1

Untuk mengukur besarnya h2 adal ah raihan posisi 3 dikurangi raihan posisi 2 (lihat gambar).

Normal Power untuk laki-laki antara 2 – 2,5 HP, untuk perempuan 1,5 -2 HP.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.