Cara Gampang Proses Menanam Ala Hidroponik

Cara Gampang Menanam Ala Hidroponik dapat kamu gunakan jika memiliki lahan yang sempit. Pelaksanaan sistem ini dapat dilakukan dengan cara antara lain benih disemaikan terlebih dahulu dan benih langsung ditanam pada media tanam.

Benih disemaikan terlebih dahulu

Penyediaan bak semai

Bak semai dapat dibuat dari papan dengan ukuran 60 x 40 x 10 cm atau sesuai dengan keinginan. Kemudian bak semai dilapisi dengan plastik dan diisi media yang berupa pasir/kompos atau serbuk gergaji dengan ketinggian 7 cm.

Penyemaian

  • Media pada bak semai diratakan sampai halus dan disiram terlebih dahulu hingga basah. Jika menghendaki alur semai, maka dibuat alur dengan goresan sedalam 0,5 – 1 cm dan jarak antara alur 10 cm, menggunakan potongan kayu kecil. Apabila tidak menghendaki alur semai, maka lahan pada bak semai tetap rata dan halus.
  • Selanjutnya benih/biji ditaburkan pada bak semai dengan jarak yang tidak begitu rapat 1 cm, kemudian ditutup dengan tanah/pasir/serbuk gergaji atau kompos yang halus dengan ketebalan 0,5-1cm.
  • Persemaian pada bak tersebut disiram setiap hari dan ditempatkan di tempat yang teduh agar terjaga kelembabannya. Kalau benih telah tumbuh sebaiknya dipindah ke tempat yang mendapatkan sinar matahari antara 2 -3 jam setiap hari.

Penanaman Bibit

  • Setelah benih/bibit dipersemaikan telah tumbuh dengan ketinggian antara 10 – 13 cm berarti dapat dipindahkan. Sebelum dicabut, bibit disiram terlebih dahulu agar akar tetap basah. Pencabutan dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak. Kemudian bibit ditanam pada tempat penanaman yang disiapkan yaitu dapat berupa pot, polibag, ember yang telah diisi media dan disiram sampai basah.
  • Benih ditanam secara langsung
  • Penyediaan lahan Lahan/tempat penanaman yaitu sama seperti lahan yang disediakan untuk

Penanaman biji/tunas/umbi

Setelah lahan/tempat tanam disiapkan, maka terlebih dahulu disira hingga basah. Jika yang ditanam biji maka kedalamannya  0,5 -1 cm dan ditutup/ditimbun, tetapi bila berupa tunas atau umbi maka ditanam dan permukaannya jangan  sampai tertutup.

Pemeliharaan

Penyiraman Bibit dipesemai maupun biji/benih yang ditanam langsung pada lahan/wadah, perlu diberikan penyiraman 3 – 4 kali sehari, sehingga tanaman tampak subur, terhindar dari layu dan kerdil.

Pemupukan

Pemupukan diberikan setiap saat menurut perkembangan tanaman dan dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Pupuk yang biasa digunakan yaitu Nutrien (unsur larutan zat makanan tumbuhan) yang dapat dibeli di toko pertanian dengan dosis sesuai dilabelnya.

Pengendalian hama dan penyakit

Jika tanaman terserang hama/penyakit segera dibasmi dengan penyemprotan pestisida atau insektisida menggunakan hand sprayer atau pemutusan daur hidup dengan mencabut tanaman yang sakit kemudian dibakar. Obat tanaman yang biasa digunakan antara lain : Bayrusil, Demecron, Deazenon atau yang lainnya dengan dosis 2 cc/liter.

Pemanenan/Pemetikan hasil

Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman cukup berumur (dewasa) atau berbuah besar atau berumpun banyak. Umur tanaman mulai dapat dipanen antara lain : – kangkung 45 – 60 hari – bayam 25 – 30 ahri – sawi 35 – 40 hari – kacang panjang 50 – 60 hari . bawang daun 40-50 hari

baca juga : Cara Gampang Nambah Koleksi Tanaman Hias

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.