Cara Gampang Atur Volume Suara Bagi Guru

Cara gampang atur volume suara saat belajar menjadi hal penting untuk menentukan seberapa besar suara yang dikeluarkan. Mengeluarkan suara keras memang bisa terdengar tetapi bisa juga menjadi boomerang bagi siswa.

Para guru sangat sulit untuk mencapai dan mempertahankan tingkat volume yang tepat. Walaupun kita berharap bahwa kita dapat “berbicara secara normal” kepada siswa kita, semua tekanan dan ketegangan dari situasi ruang kelas tertentu membuat kita sulit untuk melakukannya. Menghasilkan keseimbangan yang tepat dari tingkat volume suara Anda merupakan hal yang sangat penting dalam mengendalikan perilaku. Hal tersebut membantu Anda menunjukkan rasa hormat kepada siswa Anda dan menunjukkan pengendalian diri yang emosional; hal ini juga membantu Anda mengajar dengan cara yang memungkinkan pemahaman.

baca juga:Cara Gampang Bersikap Fleksibel terhadap Siswa

Berteriak biasanya menunjukkan hilangnya pengendalian emosi, dan beberapa siswa akan menyukai reaksi ini. Suara keras atau teriakan guru hampir tidak menimbulkan dampak apa pun terhadap perilaku buruk. Berteriak juga mengisyaratkan pendekatan usang yang tidak sejalan dengan pendekatan modern terhadap pendidikan.

Ingatlah bahwa beberapa siswa (biasanya siswa yang berperilaku baik yang ingin Anda semangati) mungkin merasa takut jika Anda berteriak kepada mereka. Jika Anda biasanya berbicara dengan tingkat suara yang rendah, sedikit meninggikan suara Anda dapat memberikan dampak yang kuat. Gabungkan hal ini dengan nada yang ketus dan Anda dapat mengirimkan pesan yang kuat tentang ketidaksetujuan tanpa berusaha dengan keras.

Cara gampang atur volume suara yang tepat, dan untuk menghindari keinginan untuk berteriak:

  • Ingatlah bahwa semakin pelan suara Anda, siswa Anda harus tenang untuk dapat mendengarkan Anda. Namun, jangan terlalu pelan dan berbisik, karena bisikan yang dipaksakan dapat merusak suara Anda.
  • Usahakan untuk menggunakan volume suara untuk percakapan: tetap berhati-hati dengan bagaimana keadaan emosional Anda memengaruhi suara Anda.
  • Ketika Anda mulai merasa diri Anda mengganggu, berhentilah selama beberapa detik untuk memperoleh pengendalian diri sebelum Anda berbicara kembali. Tarik nama dalam-dalam dan pelan-pelan turunkan volume suara Anda.
  • Belajarlah untuk “mengeluarkan” suara Anda seperti yang dilakukan seorang aktor kepada seorang penonton. Bayangkan suara tersebut sebagai entitas fisik-sebuah batu misalnya, dan “lemparkan” batu tersebut ke kelas Anda.
  • Berbicara dengan keras dapat merupakan masalah kebiasaan. Secara teratur dengarkan diri Anda sendiri selama pelajaran, periksalah apakah tingkat volume Anda sudah tepat.
  • Untuk mengecilkan volume suara Anda, bayangkan diri Anda mengecilkan suara dari sebuah stereo. Kecilkan suara tersebut setengahnya-Anda akan terkejut betapa pelannya Anda berbicara dan masih dapat didengar.
  • Pertimbangkan masalah akustik. Jika Anda mengajar di ruangan yang berbeda, sesuaikan volume suara Anda. Ruang kosong di aula dan ruang olahraga akan membuat suara Anda menggema; ruang kelas yang penuh akan meredam suara Anda.
  • Ketika Anda berbicara kepada seseorang tentang perilakunya, mendekatlah dan berbicaralah dengan perlahan, sehingga orang lain tidak dapat mendengar.
  • Ketika Anda meninggikan suara Anda, lakukan hal tersebut dengan sadar. Lakukan dengan pengendalian emosi, bukan sebagai reaksi marah dan naluriah.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.