Cara Gampang Komunikasi Model Stimulus – Respon

Cara gampang komunikasi model stimulus dan respon merupakan salah satu bentuk komunikasi aktif. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang pasti terjadi dalam kehidupan keluarga. Tanpa komunikası, sepilan kenidupan keluarga dani kegatan berbicara, berdialog, bertukar pikiran, dan sebagainya. Akibatnva kerawanan hubungan antara anggota keluarga pun sukar untuk dihindani Oleh karena itu, komunikasi antara suami dan istri, komunıkasi antara ayah, ibu dan anak, komunikası antara ayah dan anak, komunikasi antara ibu dan anak dan komunikasi antara anak dan anak, perlu dibangun secara hammonis dalam rangka membangun pendidikan yang baik dalam keluarga.

Model Stimulus – Respons

Cara gampang komunikasi model stimulus respon adalah model stimulus – respons (S -R). Komunikasi ini menunjukkan komunikası sebagai suatu proses “aksi – reaksi” yang sangat sederhana. Pola S -R mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan-tulisan), isyarat- isyarat nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respons dengan cara tertentu. Oleh karena itu, proses ini dianggap sebagai pertukaran atau pemindahan informasi atau gagasan. Proses ini dapat,bersifat timbal-balik dan mem- punyai banyak efek. Setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi berikutnya. Dalam realitas pola ini dapat pula berlangsung negatıf.”

Komunikasi sehari – hari

Dalam kehidupan sehari – hari sering dihhat orang tua membenkan isyarat verbal, nonverbal, gambar-gambar atau tindakan-tindakan tertentu untuk merangsang anak, terutama anak yang masih bayi, untuk membernkan tanggapan dengan cara tertentu. Ketika seorang ibu sedang memangku dan menyusui bayinya, dia tidak hanya membelai bayinya dengan sentuhan kasih sayang dan kehangatan cinta. Akan tetapi juga memberikan senyuman, canda tawa. Walaupun ketika itu si bayi belum pandai bicara, tetapi dia sudah pandai membenkan tanggapan terhadap rangsangan yang diberikan ibunya.

Anak yang berumur sekitar dua setengah tahun sudah pandai membernkan isyarat nonverbal dan verbal meski penguasaan bahasa yang dia miliki sangat terbatas, hanya beberapa kosa kata yang dapat dikuasainya. Karena perkembangan motoriknya semakin baik, yang bergerak dan ntegrasi ke deferensiasi. Maka anak memiliki kemampuarn untuk menggerakkan anggota tubuhnya ke arah yang lebih baik. Ketika orang tua melambaikan tangan, misalnya, anak pun membalasnya dengan lambaian tangannya.

Sampai pada batas-batas tertentu, perkataan orang tua dapat dimengerti oleh anak. Oleh karena itu, perintah orang tua dengan mempergunakan kalimat yang sangat sederhana dapat dilaksanakan oleh anak dengan baik. Isyarat nonverbal seperti marah dapat menghentikan anak untuk mengerjakan sesuatu merupakan pertanda bahwa anak dapat memberikan tanggapan secara tepat atas rangsangan yang diberikan orang tua. Begitulah, di sini orang tua tampaknya harus lebih proaktif dan kreatif untuk memberikan rangsangan kepada anak. Sehingga kepekaan anak atas rangsangan yang diberikan semakin membaik.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.