Cara Gampang Menanam Sawi

Cara gampang menanam sawi ini cocok ditanam di pekarangan, sawah, ladang, tegalan atau di dataran rendah maupun di pegunungan. Cara Bercocok tanam sayuran sawi seperti berikut ini.

Pengolahan lahan

Tanah dicangkul agar gembur, disiangi (dibersihkan) rumputnya dan dibuat bedengan dengan ukuran 1,5 x 0,8 m atau menurut situasi tanah, kemudian diberikan pupuk kompos/kandang. Untuk lahan semai langsung diratakan dan dibuat halus, sedangkan untuk lahan tanam dibiarkan, baru setelah akan ditanami atau  2 minggu kemudian dicangkul kembali untuk mencampur pupuk kandang dan meratakan permukaan tanah yang jahan siap tanam.

Penyemaian benih

Benih disebarkan di atas bedengan yang telah disiapkan berupa alur-alur yang digoreskan dengan bambu sedalam  0,5 cm. Jarak antar alur  10 cm dan jarak antar biji  1 cm. Kemudian ditutup dengan jerami, serbuk gergaji atau plastik, agar tetap terjaga kelembabannya. Pesemaian setiap hari harus disiram dan ditutup plastik hingga cukup lembab, untuk semaian yang ditutup plastik, jika akan disiram dibuka lebih dahulu, kemudian ditutup kembali. Apabila telah tumbuh, maka jerami atau plastik dibuka.

Penanaman

Setelah bibit di pesemaian berumur  18 hari, maka dipindahkan ke lahan tanam yang telah disiapkan. Sebelum dicabut, bibit disiram terlebih dahulu agar akar tetap basah. Kemudian ditanam pada bedengan dengan cara membuat lubang pada tanah kemudian menanamnya dengan jarak tanam 25x25cm,

Pemeliharaan

Penyiraman Tanaman sawi membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, sejak di pesemaian sampai tanaman baru maupun dewasa, setiap hari harus dilakukan penyiraman, kecuali saat hujan.

Pemupukan

Selain pupuk dasar, tanaman sawi yang telah berumur  10 hari perlu dipupuk dengan urea 5 gram yang dilarutkan ke dalam air sebanyak 10 liter. Larutan dikucurkan di sekitar tanaman dengan jarak  5-10 cm sebanyak 200 cc, diulangi 2 minggu lagi. Penyiangan gulma atau rumput liar perlu dibersihkan dengan alat bantu kored atau cangkul, karena menjadi pesaing dalam hal kebutuhan air, sinar matahari dan hara.

Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman sawi sering diserang hama ulat maupun jamur dengan gejala daun tampak memutih sehingga tinggal tulang-tulang daunnya. Pengendaliannya disemprot insektisida (obat pemberantas serangga) yaitu matador 25 E atau Diazenon 50 EC atau yang Jainnya dan dicampur air dengan perbandingan 1 cc untuk 1 liter air.

Pemanenan/Pemetikan hasil

Sawi hijau dapat dipanen setelah umur 30-40 hari, 3 sedang jenis sawi putih t 55 hari. Pemanenan ‘ | dilakukan dengan memotong pada pangkal tanaman 3 dengan pisau.

baca juga : Cara Gampang Menentukan Karakteristik dan Struktur Penyajian Karya Ilmiah

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.